Tampilkan postingan dengan label headline. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label headline. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Agustus 2010

AK-47

AK-47 (singkatan dari Avtomat Kalashnikova 1947, Rusia: Автомат Калашникова образца 1947 года) adalah senapan serbu yang dirancang oleh Mikhail Kalashnikov, diproduksi oleh pembuat senjata Rusia IZhMASh, dan digunakan oleh banyak negara Blok Timur semasa Perang Dingin. Senapan ini diadopsi dan dijadikan senapan standar Uni Soviet pada tahun 1947.[2] Jika dibandingkan dengan senapan yang digunakan semasa Perang Dunia II, AK-47 mempunyai ukuran lebih kecil, dengan jangkauan yang lebih pendek, memakai peluru dengan kaliber 7,62 x 39 mm yang lebih kecil, dan memiliki pilihan tembakan (selective-fire). AK-47 termasuk salah satu senapan serbu pertama dan hingga kini merupakan senapan serbu yang paling banyak diproduksi.

Latar belakang desain
Pada Perang Dunia II, Jerman menciptakan konsep senapan serbu. Konsep ini didasari pengalaman bahwa pertempuran modern lebih banyak terjadi pada jarak yang cukup dekat, yaitu sekitar 100 meter. Tenaga dan jangkauan peluru pada saat itu ternyata terlalu besar. Maka, Jerman mulai mengembangkan peluru dan senapan yang mempunyai sifat submachine gun (isi magazen banyak dan bisa menembak full-otomatis) dengan peluru yang jangkauannya bisa sampai 300 meter. Dengan mempertimbangkan biaya produksi, ini dicapai dengan memendekkan peluru 7,92 x 57 mm Mauser menjadi ukuran 33 mm yaitu 7,92 x 33 mm Kurz (Kurz berarti pendek).

Hasil akhirnya, Sturmgewehr 44 (StG44), memang bukan senapan pertama yang menggunakan konsep ini; sebelumnya Italia dan Uni Soviet pernah merancang konsep yang serupa. Tetapi, Jerman adalah yang pertama untuk memproduksi masal senapan mereka. Jerman banyak menggunakan senapan baru mereka untuk menghadapi Soviet di Front Timur. Pengalaman Uni Soviet melawan Jerman inilah yang mempengaruhi doktrin Soviet pada tahun-tahun berikutnya.

Berdasarkan doktrin Soviet, Mikhail Kalashnikov mulai memikirkan desain senapannya sejak di rumah sakit, setelah terluka pada pertempuran di Bryansk. Ia mendapat informasi bahwa sebuah senjata baru sedang dicari, untuk dipakai dengan peluru 7,62 x 41 mm yang dibuat oleh Elisarov dan Semin pada 1943. Tapi kali itu, desain Kalashnikov kalah melawan desain Sudayev, yaitu PPS43. Kalashnikov mengubah desain pertamanya setelah ia mempelajari StG44 Jerman pada tahun 1946. Karena rancangannya cukup mengesankan, Kalashnikov lalu dipilih untuk memimpin sebuah tim desain.

Konsep desain
Meskipun mirip, Mikhail Kalashnikov menyangkal bahwa desainnya dibuat berdasarkan StG44 Jerman. AK-47 lebih tepat dikatakan sebagai campuran dari inovasi-inovasi pada tahun-tahun sebelumnya. Misalnya, mekanik AK-47 lebih mirip M1 Garand daripada senapan-senapan Jerman. Locking lugs ganda, unlocking raceway, dan mekanisme pelatuk telihat mirip desain Amerika tersebut. Ini adalah hal yang wajar, mengingat bahwa jutaan M1 Garand telah sukses dipakai di segala penjuru dunia. Walau secara mekanis mirip dengan M1 Garand, konsep peluru, tata letak komponen, sistem gas, dan metode perakitan AK-47 jelas mirip dengan StG44.

Jeniusnya AK-47 adalah, bahwa desainnya paling tepat untuk produksi masal. Jadi AK-47 berhasil menggabungkan keunggulan M1 Garand dengan StG44, dan bisa diproduksi dengan cepat oleh Uni Soviet pada saat itu.

Perkembangan receiver
Pada awalnya produksi receiver (bagian badan senapan yang berisi mekanisme penembakan) menemui banyak masalah. Model produksi pertama menggunakan receiver yang terbuat dari stamping (cetak besi) lembaran logam. Masalah yang ditemui adalah sulitnya mengelas railing pemandu dan ejektor, yang akhirnya menyebabkan banyaknya penolakan. Tapi masalah ini tidak menghentikan produksi, sebagai penyelesaiannya, receiver stamping logam digantikan dengan receiver machined (dibentuk dengan alat/mesin khusus). Proses ini memang lebih mahal, tapi untungnya alat-alat dan pekerja yang dibutuhkan sudah tersedia, sebelumnya dipakai untuk produksi Mosin-Nagant. Karena masalah-masalah tadi, Uni Soviet baru bisa mendistribusikan senapan-senapan ini secara luas pada tahun 1956. Pada saat yang bersamaan, produksi senapan pendahulu AK-47, SKS, tetap berlanjut.

Setelah masalah produksi berhasil diselesaikan, pada tahun 1959 sebuah rancangan baru dirumuskan dan diberi nama AKM (M untuk modernisasi—dalam bahasa Rusia: Автомат Калашникова Модернизированный). Model baru ini menggunakan receiver stamping logam dan dilengkapi sebuah muzzle break di ujung laras, untuk mengurangi tendangan. Selain itu ditambahkan juga penahan hammer (palu pemukul peluru) agar senapan bisa menembak dengan baik pada pilihan tembakan full-otomatis. Model baru ini lebih ringan dari model awal, sekitar dua-pertiga berat awal. Mayoritas produksi senapan Kalashnikov di luar Rusia, dengan lisensi maupun tanpa lisensi, menggunakan model AKM ini, karena mudahnya pembuatan receiver stamping. Model inilah yang paling banyak ditemui dan diproduksi di seluruh dunia. Tetapi, hampir semua senapan buatan Kalashnikov biasa disebut AK-47, ini adalah keliru, sebab AK-47 hanya adalah senapan-senapan yang menggunakan tiga model receiver paling awal. Gambar di samping memperlihatkan perbedaan antara receiver machined AK-47 Tipe 2, dengan receiver stamping AKM Tipe 4, misalnya digunakannya sekrup dan bukan pengelasan, serta perbedaan lesung kecil di atas magazen.

Tipe receiver
  • Tipe 1A/B Receiver stamping AK-47 pertama. -1B dimodifikasi untuk popor lipat. Yaitu sebuah lubang tersedia pada kedua sisi, untuk dipasang popor lipat ke bawah. (penamaan B ini tetap sama untuk selanjutnya)
  • Tipe 2A/B Menggunakan besi machined.
  • Tipe 3A/B Versi "final" receiver machined, terbuat dari baja. Receiver AK-47 yang paling banyak ditemui.
  • Tipe 4A/B Receiver stamping AKM. Desain yang paling banyak dipakai pada pembuatan senapan AK.

Fitur
AK-47 adalah senapan yang sederhana, tidak mahal untuk diproduksi, dan mudah dibersihkan dan dirawat. Ketahanan dan kehandalannya terkenal legendaris. Piston gasnya yang besar, keleluasaan jarak pada bagian-bagian mekaniknya, dan desain pelurunya, membuat AK-47 bisa tetap menembak dengan lancar walaupun komponen dalamnya terisi kotoran atau benda asing. Tapi kehandalan ini sedikit mengorbankan akurasi, karena toleransi yang besar pada bagian mekaniknya tidak menjamin ketepatan dan kekonsistenan yang terdapat pada senapan-senapan yang lebih akurat.

Bidikan belakang AK-47 bisa diatur, dengan setingan jarak yang selisihnya masing-masing 100 meter. Bidikan depan juga bisa diatur setingan elevasinya di lapangan. Dan setingan horizontal diatur di gudang senjata sebelum diberikan ke pemakai. Setingan bidikan standar diatur untuk menempatkan peluru beberapa sentimeter di atas atau di bawah titik yang dibidik, pada jarak 250 meter. Setingan "point-blank" seperti ini dipakai agar penembak tidak perlu merubah setingan alat bidik pada jarak dekat. Setingan seperti ini sama dengan yang digunakan untuk Mosin-Nagant dan SKS, agar memudahkan masa peralihan dan pelatihan.

Lorong laras dan kamar peluru, serta piston gas dan interior silinder gas AK-47 biasa dilapisi dengan krom. Ini sangat membantu memperpanjang umur alat-alat tersebut, karena mencegah korosi dan karat. Dan ini sangat penting, mengingat amunisi pada abad ke-20 sering berisi unsur merkuri yang korosif, yang mengharuskan pembersihan secara rutin untuk mencegah kerusakan. Pelapisan krom pada bagian-bagian penting senapan sekarang sudah lazim pada senjata-senjata modern.

Pengaruh terhadap kebudayaan
Pada masa Perang Dingin, Uni Soviet, Tiongkok, dan Amerika Serikat memberikan peralatan dan teknologi kepada negara-negara sekutu mereka, beserta pasukan-pasukan pemberontak yang mereka dukung. Pada masa itu terjadi penyebaran besar-besaran AK-47 oleh Uni Soviet dan Tiongkok kepada negara-negara dan grup-grup pro-komunis, misalnya Sandinista Nikaragua dan Viet Cong. Desain AK-47 disebarkan ke 55 angkatan bersenjata dunia.

Penyebaran AK-47 ini tidak hanya terlihat dari jumlahnya saja, AK-47 ada di dalam bendera dan lambang Mozambik. Selain itu juga terdapat pada lambang Burkina Faso, dan bendera Hizbullah. "Kalash", kependekan dari "Kalashnikov", dipakai sebagai nama anak laki-laki di beberapa negara di Afrika.

Di Amerika, pembuat film sering mempersenjatai penjahat dan teroris dengan AK-47. Banyak pula permainan komputer, permainan video, dan lagu-lagu rap yang menampilkan AK-47. Pembuat mainan dan industri airsoft juga memproduksi jutaan replika AK-47.

Varian
Varian-varian Kalashnikov adalah:
  • AK-47 1948–51, 7,62 × 39 mm — Model paling awal, yang menggunkan receiver stamping Tipe 1, dan sudah sangat langka.
  • AK-47 1952, 7,62 x 39 mm — Menggunakan receiver machined dengan popor dan pegangan kayu. Laras dan kamar peluru dilapisi krom untuk mencegah korosi. Berat senapan 4,2 kg.
  • AKS-47 — Menggunakan popor lipat ke bawah yang mirip popor MP40 Jerman.
  • RPK, 7,62 x 39 mm — Versi senapan mesin, dengan laras yang lebih panjang dan bipod (penyangga kaki 2).
  • AKM, 7,62 x 39 mm — Lebih sederhana dan lebih ringan dari AK-47; menggunakan receiver Tipe 4 yang terbuat dari logam stamping. Berat menurun jadi 3,61 kg, karena receiver yang lebih ringan.
  • AKMS, 7,62 x 39 mm — Versi AKM yang menggunakan popor lipat ke bawah atau ke samping.
  • AKMSU, 7,62 x 39 mm — Versi pendek dari AKM yang menggunakan popor lipat ke bawah. Panjang laras 35 cm.
  • Seri AK-74, 5,45 x 39 mm
  • Seri AK-101, 5,56 x 45 mm
  • Seri AK-103, 7,62 × 39 mm
  • Seri AK-107/108

Produksi di luar Rusia
Yang terdaftar hanya varian militer saja. Rangkuman dari informasi yang terdapat pada buku Poyer, The AK-47 and AK-74 Kalashnikov Rifles and Their Variations.
  • Albania Tidak diketahui.
  • Bulgaria AKK (Tipe 3 AK-47), AKKS (Tipe 3 dengan popor lipat samping) AKKMS (AKMS) AKKN-47 (bisa dipasang bidikan malam NPSU), AK-47M1 (Tipe 3 dengan polimer hitam menggantikan kayu) AK-47MA1/AR-M1 (sama dengan M1, tapi memakai peluru 5,56 mm NATO), AKS-47M1 (AKMS memakai 5,56 mm NATO), AKS-47MA1 (sama dengan AKS-47M1, tapi hanya semi-automatis) AKS-47S (AK-47M1, versi pendek, popor lipat Jerman Timur, alat bidik laser) AKS-47UF (versi pendek -M1, popor lipat Rusia), AR-SF (sama dengan -47UF, tapi memakai 5,56 mm NATO) AKS-93SM6 (serupa dengan -47M1, tidak bisa dipasang pelontar granat) RKKS, AKT-47 (senapan latihan, kaliber .22)
  • Jerman Timur MPi-K (AK-47), MPi-KS (AKS), MPi-KM (AKM), MPi-KMS72 (AKMS)
  • Mesir AK-47, MISR 7.62 (AKM), Maadi
  • Hungaria AKM-63, AMD-65, AMD-65M, AMMSZ, AMP, NGM 5,56
  • Irak Tabuk (M70B1, and M70AB2) Senapan runduk Tabuk (M70B1 dengan laras 23,6 inci, alat bidik optik, dan popor khusus)
  • Myanmar MA1, MA4 (berdasarkan buatan Tiongkok, menggunakan peluru kaliber NATO)
  • Korea Utara Type 58A (Type 3 AK-47), Type 58B (popor lipat besi), Type 68A (AKM-47), Type 68B (AKMS)
  • Tiongkok Type 56 Rifle (bukan Karabin), Type 81, Type 87
  • Polandia Kbk AK/PMK (AK-47), Kbk AKS/PKMS (AKS), Kbk Ak PNG60, Kbk AKM/PMKM (AKM), KbK AKMS/PMKMS, Kbk wz. 88 Tantal (AK-74 dengan popor lipat samping), Kbk wz. 96 Beryl
  • Romania AI (AK-47), AIS (AKS), AIM, AIMS (AKM, AKMS), AIR
  • Yugoslavia M70, M70A, M70AB2 M64 (AK-47 dengan laras lebih panjang), M64A (dengan pelontar granat), M64B (M70 dengan popor lipat)

Lisensi
Rusia telah berkali-kali mengatakan bahwa mayoritas produsen ini memproduksi AK-47 tanpa lisensi dari IZhMASh. Perusahaan IZhMASh sendiri telah mematenkan AK-47 pada tahun 1999, dan seharusnya paten ini mencegah produksi senapan yang tanpa izin

Tipe :     Senapan serbu
Negara asal : Uni Soviet
Masa penggunaan : 1949 — sekarang
Digunakan oleh     Uni Soviet dan banyak negara

Sejarah produksi
Perancang : Mikhail Kalashnikov
Tahun : 1947
Jumlah produksi : Di atas 100 juta

Spesifikasi
Berat : 4,3 kg
Panjang : 870 mm (34¼ inci)
Panjang Laras : 415 mm (16,3 inci)
Magazen : 7,62 x 39 mm
Mekanisme : Operasi gas, bolt berputar
Rata² tembakan : 600 butir/menit
Kecepatan peluru : 710 m/s
Jarak efektif : 300 m
Amunisi : Magazen box 30 butir, Magazen box RPK 40 butir, Magazen drum RPK 75 butir
Alat bidik : Bidikan besi

Pranala
Russian producer wins Kalashnikov rights
Weaponomics: The Economics of Small Arms

Jumat, 27 Agustus 2010

Crossbow

Crossbow adalah senjata tradisional pada abad pertengahan, walaupun desainnya dianggap berasal dari jaman sebelumnya. Biar bagaimanapun, yang pasti senjata ini memegang peranan penting pada peperangan, khususnya di abad pertengahan. Muncul pertama kali dengan Yunani Kuno, Roma dan Cina, crossbow memanfaatkan sebuah tegangan tali busur yang dipertahankan posisinya sampai pemakai melepaskan tegangan tali busur, melepaskan anak panah ke arah sasaran. Senjata ini muncul dalam berbagai bentuk, baik senjata tangan kecil hingga persenjataan artileri berat (ballista).

Crossbow terdiri dari busur yang kuat dan anak panah di kawasan peran pribadi artileri. Kekuatan senjata ini cukup baik dan sangat akurat, menghasilkan daya tembus efektif berkat tingginya energi kinetis saat anak panah dilepas dan pasukan dapat dengan mudah dilatih menggunakan senjata ini dalam seminggu. Sebagai perbandingan, longbow (busur panah besar) Inggris yang kuat, pasukan perlu latihan 1 tahun untuk mengasah kemampuan akurasinya. Kekurangan terbesar dalam penggunaan crossbow adalah dalam lambatnya pengisian ulang anak panah. Longbow dalam satu menit dapat menembakkan 10 panah sementara crossbow akan memerlukan 1 menit penuh mengisi dan menembakkan satu anak panah (bolt).

Pengisian ulang anak panah memakan lebih banyak waktu sesuai dengan jumlah energi yang diperlukan untuk membuat senjata semakin mematikan. Kemudian senjata ini memiliki “rack-and-pinion cranequin cranking” yang memungkinkan pasukan untuk memanfaatkan prinsip-prinsip dasar fisika dengan mengoperasikan tuas tenaga tangan untuk menarik senar-busur ke tempatnya. Fitur lain menggunakan ikat pinggang, engsel, tuas dan sistem cord-and-pulley yang dikenal dengan “windlasses”.

Crossbowman pada abad pertengahan dapat digunakan dalam peran bertahan maupun menyerang. Barisan crossbowman dapat digunakan sebagai penembak garis depan, mundur kebelakang untuk mengisi anak panah, kemudian kembali lagi ke garis depan untuk menembakkan anak panahnya. Dengan mode ini yang berkelanjutan, tingkat akurasi penembakan musuh dapat tercapai. 

Kombinasi mematikan lainnya Crossbowman beberapa unit telah dipasang dengan perisai besar di belakang mereka, yang memungkinkan operator untuk api itu crossbow, putar sekitar untuk menghadapi perisai di musuh dan kembali. Letal kombinasi lain, adalah peran crossbowman sebagai “mounted souldier”, memberikan kekuatan pada crossbow dasar dengan mobilitas dan kekuatan dari elemen medan peperangan “mounted”. Amunisi crossbow dapat terdiri dari anak panah berujung baja tajam dengan berbagai desain, yang berarti bahaya bagi musuh yang terkena.

Meskipun crossbow terus dimodernisasi sampai saat ini, sistem tidak lagi dipakai karena kalah jauh dari persenjataan modern, dan sebagian besar digunakan untuk berburu dan latihan akurasi.

Designation: crossbow
Classification Type: Bow Weapon
Introduction: Not Available
Dimensions: Various
Weight: Various; depends on design
Crew: 1
Users: Various. Chief operators include Saracens, China, Ancient Rome, Greece, areas of modern Italy, France and Britain among others.
Variants:
  •  Arbalest - Heavy Crossbow; Late medieval crossbow derivative with windlass cocking mechanism.
  •  Oxybeles - Ancient Greek example of early crossbow technology.
  •  Ballista - Torsion-powered oversized crossbow derivative.
  •  Repeating Crossbow - Automatic Reload Mechanism.
  •  Bowgun - Handheld System; designed to fire spherical ammunition of various makes.
  •  Lian Nu - Chinese multi-shot crossbow

Pranala : MilitaryFactory.com


Kamis, 26 Agustus 2010

Pengertian Airsoftgun

Pengertian Airsoft secara umum adalah kesenangan/hobby mengumpulkan atau mengkoleksi senjata tiruan (replika). Pada dasarnya, kesenangan ini dimulai dari Amerika tetapi kemudian justru berkembang pesat di Jepang, Hongkong Taiwan dan Korea. Perkembangan pesat di Asia tersebut didukung oleh pesatnya perkembangan industri airsoft dan kolektor/hobbyist disana. Pada awalnya, senjata yang dikumpulkan adalah senjata yang tidak dapat digunakan atau hanya tiruan belaka, bahkan ukurannyapun beragam, waktu itu sepertinya kurang tepat juga untuk dapat dikatakan sebagai replika/tiruan. Baik dari bentuk, ukuran, berat maupun fungsi.

Dalam perkembangannya, airsoft berkembang hingga dapat meniru bentuk dan tekstur aslinya, dan juga memiliki ukuran yang identik (1:1) dengan senjata api sebenarnya. Senjata mainan ini terbuat dari plastik kualitas tinggi. Pada perkembangannya senjata mainan yang dibuat menggunakan bahan ABS Resin/ABS Plastics dan juga menggabungkan asesoris dan part dari bahan logam. Bahkan, senjata mainan jenis terakhir telah tersedia dalam bentuk dan fitur yang full metal.

Senjata mainan ini mulai dapat memuntahkan proyektil peluru tiruan yang terbuat dari plastik berukuran 6mm. Berbentuk bulat dan memiliki berat mulai dari 10gr s/d 45gr. Peluru 10gr banyak digunakan pada senjata mainan type lama yang memiliki tenaga (power) yang kecil, sedangkan type peluru 10gr s/d 25gr adalah peluru yang lazim digunakan dengan senjata mainan yang beredar sampai saat tulisan ini dibuat. Type peluru 30gr s/d 45gr biasanya terbuat dari material plastik khusus atau logam, biasanya digunakan pada senjata mainan yang telah dimodifikasi/di-upgrade.

Produsen mainan di Asia adalah produsen airsoft yang pertama kali mengembangkan sistim pegas untuk melontarkan peluru 6mm tersebut. Senjata yang pertama kali dibuat terbatas pada jenis pistol saja dan hanya dapat menembakan satu peluru saja per-tembakan. Senjata mainan sistim pegas ini kemudian mulai banyak beredar di toko-toko mainan dan banyak dibeli oleh anak-anak maupun orang dewasa baik di Amerika, Asia, Eropa dan bahkan di Indonesia sendiri. Jenisnyapun semakin beragam, kita dapat menemukan Colt 45, Smith & Wesson, Beretta, Dessert Eagle, Cougar, dll.

Jenis-jenis pistol terkenal seperti Walther, Glock dan H&K USP tidak ditemui pada saat ini. Pada akhir 97-an, senjata mainan tersebut berkembang lagi. Tidak hanya pistol saja, tetapi jenis-jenis senapan ringan otomatis (SMG – Small Machine Gun) maupun senapan serbu (Rifles). Saat itu jenis-jenis senjata seperti H&K MP5-A3, M-16 A1, Scorpion, UZI, Ingram dan Urchin Extra (???) beredar juga di Indonesia. Pada era tersebut pula perkembangan airsoft semakin pesat hingga dapat menggunakan gas khusus (CFC/HFC) sebagai tenaganya. Konsep gas ini sebenarnya meniru sistim senjata gas (airgun) yang sebenarnya, tetapi hanya menggunakan type gas khusus bertekanan rendah hingga hanya dapat memuntahkan peluru plastik 6mm tersebut.

Airgun yang sebenarnya (pistol angin/gas) bisa menembakan peluru logam dengan bentuk dan ukuran yang sama. Jenis-jenisnyapun semakin berkembang, saat itu beragam jenis pistol dan senapan mesin ditemukan menggunakan sistim gas ini, sayangnya untuk senapan mesin cenderung menjadi tidak realistik karena jika jenis pistol menggunakan magazine sebagai tempat penyimpan gas-nya, type senapan mesin justu menggunakan pipa yang terhubung pada tabung gas seperti pada kompor.

Senjata mainan era akhir 90-an ini semakin canggih, realistik dan bertenaga. Dari segi beratpun semakin mirip dengan berat senjata aslinya. Bahkan semakin realistik dengan adanya penerapan sistim blowback yang memberikan hentakan yang cukup besar ketika menembakkan senjatanya. Akurasi penembakanpun semakin baik dengan berkembangnya sistim Hop-Up yang membuat peluru dapat meluncur lurus pada jarak yang lebih jauh. Lalu sistim penembakannya-pun semakin baik, untuk beberapa type pistol bahkan dapat memuntahkan peluru secara otomatis, seperti pada senapan mesin yang sebenarnya.

Lihat Airsoft F.A.Q. Jika pada jenis-jenis awal jarak efektif berkisar antara 5m s/d 10m jenis senjata mainan saat ini bisa mencapai jarak efektif 30m! Type yang dimodifikasi dapat meluncur efektif sampai jarak 50m!!! Rata-rata jarak efektif senjata mainan jenis pistol berkisar s/d 10m dan untuk jenis senjata mainan terakhir yang menggunakan tenaga elektrik, jenis senapan mesin ringan (SMG), senapan serbu (rifles) berkisar s/d 20m dan senapan jenis sniper s/d 30m. Kecepatan peluru rata-rata berkisar antara 250fps (feet per-second) untuk type awal hingga 550fps type terakhir (kecepatan 350 fps keatas biasanya merupakan hasil modifikasi dan rata-rata dilarang di banyak negara). Jika saya coba konversikan, kecepatan peluru 250fps kira-kira sekitar 75m/detik dan kecepatan 350fps (kecepatan yang lazim untuk type-type senjata mainan saat tulisan ini dibuat) kira-kira sekitar 105m/detik!

Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi, senjata mainan ini-pun semakin berkembang lagi dengan mulainya penerapan teknologi elektronik pada senjata mainan. Dengan menggunakan komponen elektronik, dan tenaga listrik (tentunya) dan juga dengan part yang semakin canggih. Senjata mainan jenis ini biasa disebut AEG (Automatic Electric Gun). Senjata mainan ini dapat memuntahkan peluru secara otomatik dan elektronik! Senjata mainan jenis inilah yang dapat mencapai jarak efektif yang lebih jauh dan kecepatan yang lebih cepat seperti dijelaskan di atas.

Senjata jenis AEG ini biasanya menggunakan batere 8.4v s/d 12v (modifikasi) dengan kapasitas 600mAH s/d 3000mAH (modifikasi). Jenis batere yang lazim digunakan adalah jenis NiCD 8.4v s/d 9.6v dengan kapasitas standard 600mAH s/d 1300mAH. Dengan tampilan yang sangat realistis dan akurat (jenis terakhir bahkan terbuat dari bahan logam) dan berat yang mirip senjata aslinya, rata-rata sekitar 70% s/d 80% atau 98% s/d 102% (untuk type full metal) dari berat senjata asli, kecepatan penembakan peluru yang juga semakin baik, juga sistim penembakan (trigger) yang juga menyerupai aslinya, membuat airsofting menjadi sesuatu yang menyenangkan. Menyenangkan untuk dilihat, dipegang, ditimang, dipajang atau untuk dirawat/dipelihara.

More Powerfull, More Accurate, More Realistic, MORE FUN! Kesenangan-pun semakin sempurna jika Anda menyukai aktivitas luar ruang (outdoor activity)! Airsoft gun Anda dapat digunakan sebagai sarana pelepas stress dengan bermain perang-perangan (skirmishing) dengan rekan-rekan Anda lainnya. Dress, acts, looks and play likes an Armed Forces or Law Enforcements do! (more on Airsoft Skirmishing Articles)

Totabuanmadani

Selasa, 24 Agustus 2010

Perang Dunia I

Perang Dunia I (disingkat PDI atau PD1; juga dinamakan Perang Dunia Pertama, Perang Besar, Perang Negara-Negara, dan Perang untuk Mengakhiri Semua Perang) adalah sebuah konflik dunia yang berlangsung dari 1914 hingga 1918. Lebih dari 40 juta orang tewas, termasuk sekitar 20 juta kematian militer dan sipil.

Perang ini dimulai setelah Pangeran Franz Ferdinand dari Austria-Hongaria (sekarang Austria) dibunuh anggota kelompok teroris Serbia, Gavrilo Princip di Sarajevo. Tidak pernah terjadi sebelumnya konflik sebesar ini, baik dari jumlah tentara yang dikerahkan dan dilibatkan, maupun jumlah korbannya. Senjata kimia digunakan untuk pertama kalinya, pemboman massal warga sipil dari udara dilakukan, dan banyak dari pembunuhan massal berskala besar pertama abad ini berlangsung saat perang ini. Empat dinasti, Habsburg, Romanov, Ottoman dan Hohenzollern, yang mempunyai akar kekuasaan hingga zaman Perang Salib, seluruhnya jatuh setelah perang.

Perang Dunia I menjadi saat pecahnya orde dunia lama, menandai berakhirnya monarki absolutisme di Eropa. Ia juga menjadi pemicu Revolusi Rusia, yang akan menginspirasi revolusi lainnya di negara lainnya seperti Tiongkok dan Kuba, dan akan menjadi basis bagi Perang Dingin antara Uni Soviet dan Amerika Serikat. Kekalahan Jerman dalam perang ini dan kegagalan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang masih menggantung yang telah menjadi sebab terjadinya Perang Dunia I akan menjadi dasar kebangkitan Nazi, dan dengan itu pecahnya Perang Dunia II pada 1939. Ia juga menjadi dasar bagi peperangan bentuk baru yang sangat bergantung kepada teknologi, dan akan melibatkan non-militer dalam perang seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Perang Dunia menjadi terkenal dengan peperangan parit perlindungannya, di mana sejumlah besar tentara dibatasi geraknya di parit-parit perlindungan dan hanya bisa bergerak sedikit karena pertahanan yang ketat. Ini terjadi khususnya terhadap Front Barat. Lebih dari 9 juta jiwa meninggal di medan perang, dan hampir sebanyak itu juga jumlah warga sipil yang meninggal akibat kekurangan makanan, kelaparan, pembunuhan massal, dan terlibat secara tak sengaja dalam suatu pertempuran.

Front Timur adalah Front dimana Jerman berhadapan dengan Russia. Pada awalnya Jerman dapat mengalahkan Russia, meskipun Russia melancarkan Mobilisasi yang menyebabkan ekonomi Russia terbengkalai dan nantinya mencetus Revolusi Russia. Tapi karena musim dingin di Russia, dan tentara Jerman tidak dilengkapi pakaian musim dingin, akhirnya Russia menang

Korban :
  • Sekutu: 6.345.600
  • Belgia: 13.700
  • Kekaisaran Britania: 908.000
  • - Australia: 60.000 - Kanada: 55.000 - India: 25.000 - Selandia Baru: 16.000 - Afrika Selatan: 7.000 - Inggris: 715.000
  • Perancis: 1.354.000
  • Yunani: 5.000
  • Italia: 650.000
  • Jepang: 300
  • Rumania: 336.000
  • Rusia: 1.700.000
  • Serbia: 450.000
  • Amerika Serikat: 50.600

Kekuatan As/Poros: 3.382.500
  • Austria-Hungaria: 1.200.000
  • Bulgaria: 87.500
  • Jerman: 1.770.000
  • Kerajaan Ottoman: 325.000

Warga sipil: 6.493.000
  • Austria: 300.000
  • Belgia: 30.000
  • Inggris: 31.000
  • Bulgaria: 275.000
  • Perancis: 40.000
  • Jerman: 760.000
  • Yunani: 132.000
  • Rumania: 275.000
  • Rusia: 3.000.000
  • Serbia: 655.000
  • Kerajaan Ottoman: 1.005.000

Pranala :

Peluru Kendali

Peluru kendali (disingkat: rudal), peluru berpandu atau misil adalah senjata roket  militer yang bisa dikendalikan atau memiliki sistem pengendali otomatis untuk mencari target atau menyesuaikan arah. Dalam penggunaan sehari-hari, istilah "misil" merujuk kepada roket dengan sistem kendali, sedangkan "roket" digunakan untuk roket tanpa sistem kendali. Perbedaan utama di antara dianggap sangat sedikit selain perbedaan sistem kendali.

Peluru kendali pertama digunakan dalam sebuah operasi adalah peluru kendali Jerman dalam Perang Dunia II. Yang paling terkenal adalah V-1 dan V-2, keduanya menggunakan sistem autopilot sederhana untuk menjaga arah terbang peluru agar tetap pada yang rute telah ditentukan sebelumnya.

Peluru kendali balistik
Peluru kendali balistik adalah peluru kendali yang memakai lintasan trayektori yang ditentukan oleh balistik dalam sistem pengirimannya. Peluru kendali ini hanya dikendalikan dalam masa peluncuran saja. Peluru kendali balistik yang pertama adalah roket V-2 yang dikembangkan oleh Nazi Jerman pada 1930-an dan 1940-an atas instruksi dari Walter Dornberger. Peluru kendali balistik dapat diluncurkan dari lokasi tetap seperti silo misil, kendaraan peluncur, pesawat, kapal atau kapal selam. Tahap peluncuran dapat berlangsung dari puluhan detik sampai beberapa menit dan dapat terdiri sampai dengan tiga tingkat roket. Trayektori rudal balistik terdiri dari tiga tahap yaitu tahap peluncuran, tahap terbang bebas dan fase memasuki kembali atmosfir Bumi.

Peluru kendali jelajah
Peluru kendali jelajah adalah peluru kendali yang memakai sayap dan menggunakan jet sebagai tenaga penggerak. Peluru kendali jelajah intinya adalah bom terbang. Peluru kendali jelajah dirancang untuk membawa hulu ledak konvensional dalam jumlah besar atau nuklir dan dapat menjangkau ratusan mil dengan tingkat akurasi tinggi. Peluru kendali jelajah modern dapat terbang mencapai kecepatan supersonik atau di atas subsonik, menggunakan sistem kendali otomatis dan terbang pada ketinggian rendah untuk menghindari radar. Rudal jelajah pertama yang dikembangkan adalah Kettering Bug yang dikembangkan oleh Amerika Serikat pada 1917 untuk digunakan dalam Perang Dunia I. Rudal ini terbang lurus untuk waktu yang telah ditentukan sebelumnya kemudian sayapnya akan dilepaskan untuk kemudian badan rudal yang mengandung hulu ledak jatuh menghujam tanah. Rudal ini tidak pernah digunakan dalam perang karena Perang Dunia I selesai sebelum rudal ini dapat digunakan. Rudal jenis ini yang terkenal antara lain adalah BGM-109 Tomahawk AS yang dapat mencapai jangkauan 1.100 km.

Peluru kendali anti-kapal
Peluru kendali anti-kapal adalah rudal yang fungsi utamanya adalah untuk menghancurkan kapal permukaan. Kebanyakan rudal anti-kapal menggunakan sistem pemandu inersial dan pelacak radar aktif. Rudal anti-kapal adalah salah satu dari sekian rudal jarak pendek yang digunakan dalam Perang Dunia II. Jerman menggunakannya untuk menenggalamkan banyak kapal sekutu sebelum pihak sekutu menemukan cara untuk mengatasinya (prinsipnya dengan radio jamming). Rudal anti-kapal dapat diluncurkan dari kapal, kapal selam, pesawat, helikopter dan kendaraan darat. Rudal anti-kapal yang terkenal dalam sejarah adalah rudal Jerman, Fritz X dan Henschel Hs 293.

Contoh peluru kendali anti kapal :
  • Boeing Harpoon (USA) - 221 kg warhead, 93-315 km range depending on platform
  • C-802/YJ-82 CSS-N-8 'Saccade' (China) - 165 kg warhead, 500+ km range
  • Exocet (France) - 165 kg warhead, 70-180 km range
  • RBS-15 (Sweden) - 200 kg warhead, 200 km range
  • Sea Eagle (UK) - 230 kg warhead, 110+ km range
  • Kh-35 (Rusia) - 1645 kg warhead, 130 km range

Peluru kendali darat ke udara
Peluru kendali darat ke udara adalah peluru kendali yang diluncurkan dari darat untuk menghancurkan pesawat. Istilah terkenal untuk rudal jenis ini adalah SAM yang merupakan singkatan dari rudal darat ke udara dalam bahasa Inggris yaitu suface-to-air missile. Rudal darat ke udara dapat diluncurkan dari lokasi tetap atau kendaraan peluncur. SAM terkecil yang dikembangkan oleh Uni Soviet dapat dibawa dan diluncurkan oleh seorang tentara. SAM juga dapat diluncurkan dari kapal, contoh dari jenis ini adalah Aegis.

Peluru kendali udara ke udara
Peluru kendali udara ke udara adalah rudal yang dipasang di pesawat terbang dengan target menghancurkan pesawat musuh. Rudal udara ke udara yang terkenal antara lain adalah AIM-9 Sidewinder buatan Amerika Serikat. Rudal jenis ini dapat mendeteksi target dengan menggunakan pelacak radar, inframerah atau laser. Rudal udara ke udara umumnya berbentuk panjang, silinder tipis untuk mengurangi efek gesekan pada kecepatan tinggi. Rudal ini umumnya digerakkan oleh satu atau lebih roket berbahan bakar padat atau cair. MBDA Meteor buatan Britania Raya menggunakan ramjet dan dapat mencapai kecepatan Mach 4.

Peluru kendali anti-tank
Peluru kendali anti-tank adalah rudal yang fungsi utamanya untuk menghancurkan tank atau kendaraan lapis baja lainnya. Rudal anti-tank generasi pertama seperti AG-3 Sagger dikendalikan dengan menggunakan joystick. Rudal anti-tank generasi kedua seperti BGM-71 TOW dan AGM-114 Hellfire menggunakan radio, penanda laser atau kamera di ujung rudal. Rudal anti-tank generasi ketiga seperti FGM-148 Javelin buatan AS dan Nag buatan India adalah dari jenis "tembak dan lupakan". Nag menggunakan pelacak inframerah serta gelombang milimeter.

Peluru kendali anti-balistik
Peluru kendali anti-balistik adalah peluru kendali dengan fungsi utama untuk menyergap dan menghancurkan peluru kendali balistik lawan. Rudal anti-balistik jarak pendek antara lain Arrow buatan Israel dan MIM-104 Patriot buatan AS. Sedangkan rudal anti-balistik yang dirancang untuk melawan ICBM sebelumnya hanya ada dua yaitu Safeguard AS yang menggunakan LIM-49A Spartan dan Sprint serta A-35 Rusia. A-35 kemudian dikembangkan menjadi A-135 yang menggunakan Gorgon dan Gazelle. Amerika Serikat kemudian mengembangkan Ground-Based Midcourse Defense.

Peluru kendali anti-satelit
Peluru kendali anti-satelit adalah rudal yang memiliki fungsi untuk menghancurkan satelit buatan musuh. Rudal jenis ini antara lain adalah Anti-satellite weapons (ASAT) yang diluncurkan dari pesawat. Rudal jenis ini relatif masih dalam tahap pengembangan.

Joint Direct Attack Munition (Mesiu Serangan Langsung Gabungan)
JDAM adalah perlengkapan pemandu yang merubah bom gravitasi tak berpandu, atau "bom bodoh", menjadi mesiu "pandai" di segala cuaca. Perlengkapan JDAM bom adalah digunakan untuk memandu pada target dengan suatu sistem pemandu inersial terintegrasi yang dipasangkan sebuah penerima Global Positioning System (GPS) untuk menambah akurasi, memberikan daerah peluncuran lebih dari 15 nautikal mil (28 km) dari titik peluncuran.

Varian JDAM :
GBU-29 250-lb MK-81
GBU-30 500-lb MK-82
GBU-31 2000-lb MK-84 or BLU-109
GBU-32 1000-lb MK-83
GBU-35 1000-lb BLU-110
GBU-38 500-lb MK-82

Torpedo
Torpedo adalah proyektil berpenggerak sendiri yang diluncurkan dari atas permukaan atau di bawah permukaan air yang kemudian meluncur di bawah permukaan air, dirancang untuk meledak pada kontak atau jarak tertentu dengan target. Torpedo dapat diluncurkan dari kapal, kapal selam, helikopter, pesawat dan ranjau laut. Beberapa contoh torpedo modern antara lain MK 48 AS yang diluncurkan dari tabung torpedo kapal selam dan menggunakan sonar pasif atau aktif, serta VA-111 Shkval buatan Rusia yang menggunakan efek superkavitasi dapat mencapai kecepatan 200 knot atau 370 km/jam.

Pranala :
Missile News
Rest-of-World Missile Systems


Kendaraan Tempur

Kendaraan tempur lapis baja (bahasa Inggris: armoured fighting vehicle, AFV) adalah kendaraan militer yang memiliki lapisan pelindung serta dipersenjatai dengan senjata api. Mayoritas kendaraan ini juga dirancang agar bisa berjalan pada medan yang sulit.

Jenis-jenis
Kendaraan tempur lapis baja diklasifikasikan menurut perannya serta karakteristiknya. Tapi klasifikasi ini tidak selalu sama; beberapa negara bisa mengklasifikasikan sebuah kendaraan secara berbeda dari negara lain, tergantung pemakaiannya.

Tank
Tank adalah kendaraan lapis baja, yang bergerak menggunakan ban berbentuk rantai. Ciri utama tank adalah pelindungnya yang biasanya adalah lapisan baja yang berat, senjatanya yang merupakan meriam besar, serta mobilitas yang tinggi untuk bergerak dengan lancar di segala medan. Meskipun tank adalah kendaraan yang mahal dan membutuhkan persediaan logistik yang banyak, tank adalah senjata paling tangguh dan serba-bisa pada medan perang modern, dikarenakan kemampuannya untuk menghancurkan target darat apapun, dan shock value-nya terhadap infanteri.

Pengangkut personel
Pengangkut personel lapis baja (bahasa Inggris: Armoured personnel carrier atau APC) adalah kendaraan tempur lapis baja ringan yang dibuat untuk mentransportasikan infanteri di medan perang. APC biasanya hanya dipersenjatai senapan mesin, tapi varian-variannya bisa saja dipersenjatai meriam, peluru kendali anti-tank, atau mortir. Kendaraan ini sebenarnya tidak dirancang untuk melakukan pertarungan langsung, melainkan untuk membawa tentara secara aman dilindungi dari senjata ringan dan pecahan-pecahan ledakan. APC bisa menggunakan roda biasa maupun roda rantai.

Kendaraan tempur infanteri
Kendaraan tempur infanteri (bahasa Inggris: Infantry fighting vehicle atau IFV) adalah pengangkut infanteri lapis baja yang memiliki persenjataan yang lebih berat, dan bisa digunakan untuk pertarungan langsung. Kendaraan ini memiliki lapisan pelindung yang lebih tebal dari pengangkut personel lapis baja, dan memiliki persenjataan yang bisa menghancurkan pengangkut personel lapis baja lawan, seperti meriam otomatis dan peluru kendali anti-tank.

Kendaraan seperti ini sudah dipakai untuk menggantikan peran tank ringan, digunakan untuk pengintaian, serta dipakai juga oleh satuan penerjun payung yang tidak mungkin membawa tank yang berat.

Penghancur tank
Meriam anti-tank gerak sendiri, disebut penghancur tank (bahasa Inggris: Tank destroyer), digunakan untuk memberikan dukungan melawan tank pada operasi bertahan atau mundur. Kendaraan ini bisa dipersenjatai meriam anti-tank atau peluru kendali anti-tank.

Penghancur tank ini tidak bisa menggantikan tank, karena penghancur tank tidak fleksibel seperti tank, karena antara lain kendaraan ini tidak memiliki perlindungan terhadap infanteri yang baik. Tetapi kendaraan ini lebih murah untuk diproduksi dan dirawat dibandingkan dengan tank.

Artileri gerak sendiri dan meriam serbu
Artileri gerak sendiri adalah meriam artileri yang diberikan alat transportasi terintegrasi, yang bisa merupakan badan kendaraan lapis baja dengan roda rantai maupun roda biasa. Ini membuat artileri bisa berjalan dengan cepat, mengikuti kecepatan peperangan lapis baja, membuatnya bisa bergerak dan mencapai jarak jangkau dengan cepat, serta menghindari serangan artileri balasan dan serangan senjata ringan.

Meriam serbu adalah artileri gerak sendiri yang fungsinya mendukung pasukan infanteri. Kendaraan ini biasanya dipersenjatai meriam otomatis yang bisa menembakkan peluru berdaya ledak tinggi, cocok untuk melawan tentara yang yang bersembunyi di parit atau pertahanan.

Artileri

Secara umum, artileri merupakan sebutan untuk kesenjataan, pengetahuan kesenjataan, pasukan serta persenjataannya sendiri yang berupa senjata-senjata berat jarak jauh.

Pada awalnya, istilah artileri (bahasa Perancis: artillerie) digunakan untuk menyebut alat berat apapun yang menembakkan proyektil di medan perang. Istilah ini juga dipakai untuk mendeskripsikan tentara yang tugasnya menjalankan alat-alat tersebut. Dengan ditemukannya kendaraan terbang pada awal abad ke-20, artileri mulai digunakan juga untuk menyebut senjata darat anti-udara.

Istilah ini pertama kali muncul pada abad pertengahan, dari bahasa Perancis Kuno atellier yang berarti "mengatur", dan attillement yang artinya "peralatan". Dari abad ke-13 seorang artillier adalah pembuat senjata perang apapun, dan 250 tahun kemudian, kata "artileri" mencakup berbagai macam senjata perang.

Peluru


Peluru atau pelor dari bahasa Portugis: pelouro atau pellouro adalah sebutan lain dari proyektil peluru, mata peluru atau anak peluru. Yang merupakan proyektil padat yang ditembakkan dari senjata api atau senapan angin, yang terbuat dari logam, umumnya dari timbal. Sebuah proyektil peluru merusak target dengan cara menembusnya dengan energi kinetik yang dihasilkan oleh kecepatannya yang sangat tinggi. 

Dalam konteks modern, sebuah proyektil peluru bersama dengan selongsong, bubuk mesiu, Rim, dan primer merupakan bagian dari amunisi. Cara kerja saat ditembakkan adalah dengan mendorong proyektil peluru dengan energi kinetik yang dihasilkan ledakan propelan, yang biasanya adalah bubuk mesiu. Bahan peledak ini dinyalakan oleh detonator kecil yang disebut primer.

Kekeliruan bahasa
Masyarakat awam umumnya menyebut rangkaian amunisi secara utuh sebagai "peluru", di mana proyektil peluru, selongsong peluru, propelan, dan primer termasuk di dalam sebuah "peluru". Hal ini sebenarnya salah, karena istilah "peluru" sebenarnya hanya mengacu pada bagian proyektil dari amunisi tersebut, atau "anak peluru"-nya, bukan keseluruhan dari amunisi tersebut. Istilah lainnya dari bidang senjata roket adalah hulu ledak.

Peluru non-mematikan
Amunisi di mana selongsong tidak berisi propelan atau tidak menggunakan proyektil peluru disebut peluru hampa atau peluru kosong. Saat primer terpukul oleh pin pemicu, hanya akan terdengar suara letusan tanpa adanya proyektil yang ditembakkan senapan.

Terdapat pula jenis peluru yang terbuat dari bahan non-logam untuk mengurangi fungsi mematikannya, seperti peluru karet, peluru lilin, peluru plastik, dan amunisi biji-bijian. Peluru tidak mematikan mulai digunakan secara luas oleh Pasukan Anti Huru-Hara di seluruh dunia setelah pemerintah Amerika menggunakannya untuk meredakan massa demonstran anti perang Vietnam pada tahun 1960-an.

Senapan Runduk

Senapan runduk adalah senapan laras panjang yang dipakai satuan militer atau penegak hukum, yang dibuat lebih akurat dan memiliki jangkauan yang lebih besar daripada senjata ringan lainnya. Senapan runduk memiliki akurasi tingkat tinggi, menggunakan alat bidik teleskop, dan biasa menggunakan peluru centerfire militer.

Sejarah
Peran seorang sniper (penembak runduk) sudah dipakai dalam perang sejak abad ke-18, tapi senapan runduk termasuk penemuan yang lumayan baru. Perkembangan teknologi, khususnya pada bidikan teleskop dan perakitan modern, membuat satuan-satuan militer bisa mempersenjatai prajurit-prajurit yang dilatih khusus dengan senjata yang bisa menembak dengan akurat pada jarak yang jauh lebih besar daripada senjata infanteri biasa.

Perang Saudara Amerika
Tentara Konfederasi yang menggunakan teleskop sepanjang laras pada senapan Whitworth Inggris bisa membunuh tentara musuh pada jarak 300 yard (±274 meter), jarak tembak yang sangat luar biasa pada masa itu.

Perang Dunia I
Awalnya senapan runduk adalah senapan standar yang menggunakan "bidikan intip", yang sebenarnya dirancang untuk tempat latihan. Baru pada awal Perang Dunia I senapan runduk mulai muncul. Salah satu senapan runduk militer pertama yang menggunakan teleskop adalah Lee-Enfield Mk III.

Perang Dunia II
Senapan runduk yang biasa digunakan pada era Perang Dunia II adalah senapan standar (yang dipilih karena terkenal akurat), yang kemudian diberi bidikan teleskop, bantalan pipi, dan bolt yang dimodifikasi agar teleskop bisa terpasang. Pada akhir perang, semua peserta perang telah memiliki prajurit yang terlatih khusus untuk menggunakan senapan runduk, dan peran ini dipakai sampai sekarang.

Contoh senapan runduk era Perang Dunia II:
  1. Mosin-Nagant M91/30 dipakai Uni Soviet dan Finlandia
  2. Karabiner 98k dipakai Jerman
  3. Lee-Enfield No 4 Mk I (T) dipakai Inggris
  4. SMLE Mk III* (HT) dipakai Australia
  5. Springfield 1903 dipakai Amerika Serikat
  6. Arisaka Type 97 dipakai Jepang

Senapan modern
Senapan-senapan yang diproduksi khusus sebagai senapan runduk baru dimulai pada tahun 1960an. Tujuannya adalah untuk meningkatkan akurasi sebaik mungkin. Senapan-senapan ini dibuat khusus untuk bisa menahan panas, menahan getaran, dan hal-hal lain yang bisa mengurangi akurasi.

Klasifikasi
Senapan runduk modern secara umum dibagi menjadi dua kelas utama: militer dan penegak hukum.

Militer
Senapan runduk yang dibuat untuk dipakai militer biasanya mengorbankan sedikit akurasi, demi kehandalan dan kemudahan pemakaian di lapangan. Penembak runduk dan penembak jitu militer, akan bergerak membawa senapan runduk mereka - bersama peralatan-peralatan lainnya - pada jarak yang jauh, jadi berat juga sangat penting. Militer juga biasa memiliki pendanaan yang ketat, yang akan mempengaruhi pemilihan dan pembelian senapan runduk, seperti juga pembelian peralatan militer lainnya.

Penegak hukum
Skenario kepolisian, termasuk satuan anti-teroris, mengharuskan penembak jitu untuk untuk menembak bagian tertentu target (seperti tangan atau kepala), atau sebuah benda tertentu (misalnya senjata api). Oleh karena itu, senapan runduk yang dipakai kepolisian harus memiliki akurasi yang lebih tinggi dari pada senapan runduk militer, tapi pada jarak yang lebih pendek, biasanya dibawah 100 meter.

Contoh senapan runduk yang dibuat khusus untuk digunakan pihak kepolisian adalah senapan-senapan yang dibuat berdasarkan kriteria yang ditetapkan kepolisian Jerman Barat setelah terjadinya pembantaian Munich pada Olimpiade Musim Panas 1972. Heckler & Koch PSG1 adalah salah satu senapan yang memenuhi kriteria tersebut, dan sering disebut sebagai senapan runduk terbaik jenis ini. FN Special Police Rifle adalah contoh lain senapan runduk yang dibuat untuk kepolisian dan bukan untuk militer.
 
Lihat juga :
Sniper
Penembak jitu

Senapan Serbu

Senapan serbu adalah senjata api otomatis yang merupakan senapan laras panjang atau karabin yang memiliki pilihan tembakan (selective-fire) dan menggunakan amunisi kaliber menengah. Senapan serbu masuk dalam kategori diantara senapan mesin ringan, yang berfungsi untuk menembak secara full-otomatis sebagai senjata pendukung dan submachine gun, senjata otomatis yang menggunakan peluru ukuran peluru pistol sebagai senjata api jarak dekat.

Senapan serbu sudah menjadi persenjataan standar untuk tentara modern, menggantikan senapan laras panjang era Perang Dunia II, seperti M1 Garand dan SKS. Contoh senapan serbu adalah M16, keluarga AK-47, dan FAMAS yang menggunakan desain bullpup. Contoh lain yang lebih unik adalah LR 300 dan HK G36, keduanya menggunakan teknologi polimer modern dan desain komputer.

Pistol

Pistol merupakan senjata api yang bisa ditembakan dengan satu tangan.

Kata 'pistol' mulai digunakan untuk mendeskripsikan senjata api genggam pada abad ke-18. Pada abad ke-15 pistol berarti sebuah pisau kecil yang bisa disembunyikan di dalam pakaian.

Pistol atau senjata api genggam dibagi menjadi dua jenis utama. Revolver, yang menggunakan kamar peluru yang berputar. Dan pistol biasa, yang kamar pelurunya menyatu dengan laras. Pistol menggunakan kaliber peluru yang bervariasi, dari .22 sampai .50 cal.

Jenis-jenis pistol :
Mekanisme flintlock
sudah dikenal sejak abad ke-16. Mekanisme ini juga dipakai pada senapan, 100 tahun kemudian. Flintlock juga kadang disebut kunci (lock) Perancis, karena ditemukan oleh Marin le Bourgeoys, seorang pembuat senjata dari Perancis, yang bekerja untuk Raja Henry IV. Ia menemukan mekanisme ini sekitar tahun 1610. Cara kerjanya sangat sederhana, ketika pelatuk ditarik, percikan api akan muncul dan meledakkan bubuk mesiu.

Revolver, sesuai arti katanya yaitu 'berputar' (revolve), menggunakan silinder berputar yang berisikan kamar peluru. Silinder ini berisikan lima sampai sembilan peluru, sesuai besar revolver dan jenis peluru yang dipakai. Setelah ditembakan, tergantung dari mekanismenya, silinder dapat langsung berputar, atau harus diputar secara manual dengan cara menarik hammer menggunakan jempol. Kalau dibandingkan dengan pistol otomatis, pengoperasian revolver lebih mudah dan kadang-kadang lebih handal, mengingat sederhananya mekanisme yang digunakan.

Pistol semi-otomatis modern menggunakan magazen untuk menyimpan pelurunya. Pistol ini sudah menggantikan pistol revolver dalam pemakaiannya pada militer dan kepolisian modern. Pistol semi-otomatis memiliki kapasitas peluru yang besar, sampai 20 butir pada tipe-tipe tertentu.

Pistol otomatis mengeluarkan selongsong peluru dari kamar peluru, lalu mengambil peluru baru dari magazen. Ini dilakukan dengan menggunakan energi yang dihasilkan oleh ledakan peluru. Ledakan peluru akan menggerakan sistem gas untuk mendorong hammer, sekaligus juga bagian atas pistol, kebelakang. Pada saat bagian ini mundur ke belakang, selongsong peluru akan terlempar dari kamar peluru, dan peluru baru akan masuk mengisi kamar peluru dari magazen.

Pistol otomatis atau istilah lainnya pistol mesin (machine pistol), adalah pistol yang memiliki kemampuan menembak full-otomatis. Pistol jenis ini termasuk jarang dipakai oleh satuan kepolisian, yang lebih memilih memakai submachine gun (pistol mitraliur) , karena pistol mesin sulit dikontrol dan kurang akurat.

Kebanyakan pistol mesin memiliki aksesori tambahan untuk meningkatkan kinerjanya, seperti peredam suara (sound suppressor), perpanjangan magazen, pegangan depan, dan popor bahu. Beberapa pistol otomatis terkenal adalah seri MAC-10 dan MAC-11 buatan Amerika dan seri Uzi buatan Israel.

Pranala : Modern Firearms

Senjata Api

Senjata api (bahasa Inggris: firearm) adalah senjata yang melepaskan satu atau lebih proyektil yang didorong dengan kecepatan tinggi oleh gas yang dihasilkan oleh pembakaran suatu propelan. Proses pembakaran cepat ini secara teknis disebut deflagrasi.

Senjata api dahulu umumnya menggunakan bubuk hitam sebagai propelan, sedangkan senjata api modern kini menggunakan bubuk nirasap, cordite, atau propelan lainnya. Kebanyakan senjata api modern menggunakan laras melingkar untuk memberikan efek putaran pada proyektil untuk menambah kestabilan lintasan.

Pranala : Wikipedia

Senjata

Senjata adalah suatu alat yang digunakan untuk melukai, membunuh, atau menghancurkan suatu benda. Senjata dapat digunakan untuk menyerang maupun untuk mempertahankan diri, dan juga untuk mengancam  dan melindungi. Apapun yang dapat digunakan untuk merusak (bahkan psikologi dan tubuh manusia) dapat dikatakan senjata. Senjata bisa sederhana seperti pentungan atau kompleks seperti peluru kendali balistik.

Kategori senjata dapat dibagi tiga, yaitu:

1. Siapa pemakainya merujuk pada apa yang menggunakannya:
  • Senjata pribadi (atau senjata ringan) dibuat untuk digunakan satu orang.
  • Senjata kru lebih besar dari senjata pribadi, membutuhkan lebih dari satu orang.
  • Senjata kendaraan dibuat untuk dipasang dan ditembakkan dari kendaraan.
  • Senjata udara dibuat untuk diabwa dan dipakai kendaraan undara seperti pesawat dan helikopter.
  • Senjata laut dibuat untuk ditembakkan dari kapal atau kapal selam.
  • Senjata antariksa dibuat untuk ditembakkan dari luar angkasa.

2. Cara pemakaian merujuk pada cara pengoperasian senjata:
  • Artileri adalah senjata yang menembakan proyektil berhulu ledak ke jarak yang sangat jauh.
  • Panahan adalah senjata yang memakai energi yang dihasilkan seutas tali untuk melemparkan proyektil.
  • Roket menggunakan bahan kimia untuk meluncurkan proyektil berhulu ledak.
  • Misil atau peluru kendali adalah roket yang bisa dikendalikan setelah diluncurkan.
  • Senjata api menggunakan ledakan mesiu untuk menembakkan proyektil.
  • Senjata biologi menggunakan agen biologi seperti bakteri untuk menyerang manusia atau hewan.
  • Senjata kimia menggunakan bahan-bahan kimia untuk menyerang dan meracuni manusia.
  • Senjata energi menggunakan konsentrasi energi seperti laser, listrik, suhu, atau suara.
  • Senjata peledak menggunakan ledakan untuk menghancurkan target.
  • Senjata pembakar menggunakan bahan yang bisa menghasilkan kerusakan dengan pembakaran.
  • Senjata tajam adalah alat yang ditajamkan untuk digunakan langsung untuk melukai tubuh lawan.
  • Senjata nuklir menggunakan bahan radioaktif untuk menghasilkan fusi nuklir atau fisi nuklir yang menghasilkan ledakan dasyat.
  • Senjata bunuh diri biasanya adalah bahan peledak yang diledakan oleh operator, dan operatornya tidak akan selamat dari ledakan itu.

3. Apa targetnya merujuk senjata yang dirancang untuk menghancurkan benda tertentu:
  • Senjata anti-udara adalah senjata yang dirancang untuk menghancurkan pesawat, helikopter, peluru kendali, dan benda terbang lainnya.
  • Senjata anti-personel dirancang untuk menyerang manusia (infanteri).
  • Senjata anti-kapal menargetkan kapal dan kendaraan air lainnya.
  • Senjata anti-kapal selam dibuat untuk menghancurkan kapal selam.
  • Senjata anti-tank dibuat untuk menghancurkan kendaraan lapis baja.
  • Senjata berburu adalah senjata yang dibuat untuk dipakai untuk berburu binatang.
  • Senjata pendukung infanteri adalah senjata yang dirancang untuk menyerang dan mendukung infanteri, misalnya mortir dan senapan mesin.